Sunday, May 17, 2020
Ekonomipembangunan.kanustamaria.com
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pembangunan ekonomi adalah sebuah proses yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan perkapita penduduk atau masyarakat di sebuah negara dalam jangka panjang yang disertai dengan perubahan fundamental dalam struktur ekonomi dan pemerataan pendapatan bagi penduduk suatu negara. Pembangunan ekonomi tersebut akan memberikan perubahan pada masyarakat, baik itu dari sisi teknologi, mindset masyarakat, maupun kelembagaan.
Menurut Wikipedia, pengertian pembangunan ekonomi adalah suatu proses untuk menaikkan pendapatan total dan perkapita melalui perhitungan pertambahan penduduk suatu negara dengan disertai perubahan fundamental terhadap struktur ekonomi negara dan pemerataan pendapatan penduduknya
Menurut Sadono Sukirno (1996: 33), pertumbuhan dan pembangunan ekonomi memiliki definisi yang berbeda, yaitu pertumbuhan ekonomi ialah proses kenaikan output perkapita yang terus menerus dalam jangka panjang.
Menurut Adam Smith pembangunan ekonomi merupakan proses perpaduan antara pertumbuhan penduduk dan kemajuan teknologi (Suryana, 2000:55). Todaro (dalam Lepi T. Tarmidi, 1992:11) mengartikan pembangunan sebagai suatu proses multidimensional yang menyangkut perubahan-perubahan besar dalam struktur sosial, sikap masyarakat, kelembagaan nasional maupun percepatan pertumbuhan ekonomi, pengurangan ketidakmerataan dan penghapusan dari kemiskinan mutlak. Pembangunan ekonomi menurut Irawan (2002: 5) adalah usaha-usaha untuk meningkatkan taraf hidup suatu bangsa yang seringkali diukur dengan tinggi rendahnya pendapatan riil perkapita.
Prof. Meier (dalam Adisasmita, 2005: 205) mendefinisikan pembangunan ekonomi sebagai proses kenaikan pendapatan riil perkapita dalam suatu jangka waktu yang panjang. Sadono Sukirno (1985:13) mendefinisikan pembangunan ekonomi sebagai suatu proses yang menyebabkan pendapatan perkapita penduduk suatu masyarakat meningkat dalam jangka panjang. Definisi tersebut mengandung pengertian bahwa pembangunan ekonomi merupakan suatu perubahan yang terjadi secara terus-menerus melalui serangkaian kombinasi proses demi mencapai sesuatu yang lebih baik yaitu adanya peningkatan pendapatan perkapita yang terus menerus berlangsung dalam jangka panjang.
Menurut Schumpeter (dalam Suryana, 2000:5), pembangunan ekonomi bukan merupakan proses yang harmonis atau gradual, tetapi merupakan perubahan yang spontan dan tidak terputus-putus. Pembangunan ekonomi disebabkan oleh perubahan terutama dalam lapangan industri dan perdagangan. Pembangunan ekonomi berkaitan dengan pendapatan perkapita dan pendapatan nasional. Pendapatan perkapita yaitu pendapatan rata-rata penduduk suatu daerah sedangkan pendapatan nasional merupakan nilai produksi barang-barang dan jasa-jasa yang diciptakan dalam suatu perekonomian di dalam masa satu tahun. Pertambahan pendapatan nasional dan pendapatan perkapita dari masa ke masa dapat digunakan untuk mengetahui laju pertumbuhan ekonomi dan juga perkembangan tingkat kesejahteraan masyarakat suatu daerah. Dalam pengertian pembangunan ekonomi yang dijadikan pedoman adalah sebagai suatu proses yang menyebabkan pendapatan perkapita penduduk suatu masyarakat meningkat dalam jangka panjang. Sementara itu pertumbuhan ekonomi menurut Prof. Simon Kuznets (dalam Jhingan, 2000: 57), adalah kenaikan jangka panjang dalam kemampuan suatu negara untuk menyediakan semakin banyak jenis barang-barang ekonomi kepada penduduknya. Kemampuan ini tumbuh sesuai dengan kemajuan teknologi, dan penyesuaian kelembagaan dan idiologis yang diperlukannya. Definisi ini mempunyai 3 (tiga) komponen: pertama, pertumbuhan ekonomi suatu bangsa terlihat dari meningkatnya secara terus-menerus persediaan barang; kedua, teknologi maju merupakan faktor dalam pertumbuhan ekonomi yang menentukan derajat pertumbuhan kemampuan dalam penyediaan aneka macam barang kepada penduduk; ketiga, penggunaan teknologi secara luas dan efisien memerlukan adanya penyesuaian di bidang kelembagaan dan ideologi sehingga inovasi yang dihasilkan oleh ilmu pengetahuan umat manusia dapat dimanfaatkan secara tepat.
Boediono (1999:8) menyebutkan pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan output dalam jangka panjang. Pengertian tersebut mencakup tiga aspek, yaitu proses, output perkapita, dan jangka panjang. Jadi, pertumbuhan ekonomi merupakan suatu proses, bukan gambaran ekonomi atau hasil pada saat itu. Boediono (1999:1-2) menyebutkan secara lebih lanjut bahwa Pertumbuhan ekonomi juga berkaitan dengan kenaikan ”output perkapita”. Dalam pengertian ini teori tersebut harus mencakup teori mengenai pertumbuhan GDP dan teori mengenai pertumbuhan penduduk. Sebab hanya apabila kedua aspek tersebut dijelaskan, maka perkembangan output perkapita bisa dijelaskan. Kemudian aspek yang ketiga adalah pertumbuhan ekonomi dalam perspektif jangka panjang, yaitu apabila selama jangka waktu yang cukup panjang tersebut output perkapita menunjukkan kecenderungan yang meningkat.
Peranan pemerintah untuk melakukan pembangunan ekonomi khususnya merupakan kunci menuju masyarakat yang lebih makmur. Bahkan pada waktunya diharapkan bisa menjadi Negara yang maju/industri. Masalah negara terbelakang atau negara berkembang begitu besarnya dan masalah itu tidak bisa diserahkan begitu saja pada mekanisme bebas kekuatan-kekuatan ekonomi. Untuk itu dalam upaya menyeimbangkan pertumbuhan berbagai sektor perekonomian hingga penawaran harus sesuai dengan permintaan. Untuk itu dibutuhkan pengawasan dan pengaturan oleh Negara atau pemerintah dalam upaya mencapai pertumbuhan yang seimbang. Karena keseimbangan membutuhkan suatu pengawasan terhadap produksi, distribusi dan konsumsi komoditas.
Untuk itu pemerintah harus membuat suatu rencana pengawasan fisik serta langkah-langkah fiskal dan moneter yang perlu dilakukan.langkah-langkah tersebut tidak dapat dihindarkan dalam upaya mengurangi ketidak seimbangan ekonomi dan social yang mengancam Negara berkembang.mengatasi perbedaan social dan menciptakan psikologis, ideology,social,dan politik yang menguntungkan bagi pembangunan ekonomi menjadi tugas penting pemerintah.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian dari latar belakang; penulis merumuskan masalah sebagai berikut:
1. Apa itu pembangunan ekonomi?
2. Bagaimana upaya pemerintah dalam meningkatkan pembangunan ekonomi?
3. Bagaimana dampak pembangunan ekonomi bagi masyarakat Indonesia?
C. Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan artikel ini, adalah untuk mengetahui:
1. Arti pembangunan ekonomi
2. Upaya pemerintah dalam meningkatkan pembangunan ekonomi
3. Dampak pembangunan ekonomi bagi masyarakat Indonesia
D. Manfaat Penulisan Artikel
Manfaat yang ingin dicapai dalam penulisan artikel ini adalah memberikan gambaran atau deskripsi mengenai peranan pemerintah dalam pembangunan ekonomi dan memberikan gambaran kepada masyarakat tentang pembangunan ekonomi.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Pembangunan ekonomi
Menurut Prof. Simon Kuznets (dalam Jhingan, 2000: 57), pertumbuhan ekonomi adalah kenaikan jangka panjang kemampuan suatu negara untuk menyediakan semakin banyak jenis barang-barang ekonomi bagi para penduduknya. Definisi ini memiliki 3 komponen utama, yaitu pertama, pertumbuhan ekonomi suatu bangsa terlihat dari meningkatnya secara terus-menerus persediaan barang; kedua, teknologi maju merupakan faktor dalam pertumbuhan ekonomi yang menentukan derajat pertumbuhan kemampuan dalam penyediaan aneka macam barang kepada penduduk; ketiga, penggunaan teknologi secara luas dan efisien memerlukan adanya penyesuaian di bidang kelembagaan dan ideologi sehingga inovasi yang dihasilkan oleh ilmu pengetahuan umat manusia dapat dimanfaatkan secara tepat.
Menurut Boediono (1999:8), pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan output dalam jangka panjang. Pengertian ini mencakup tiga aspek, yaitu proses, output perkapita, dan jangka panjang. Boediono (1999:1-2) juga menyebutkan secara lebih lanjut bahwa Pertumbuhan ekonomi juga berkaitan dengan kenaikan ”output perkapita”. Dalam pengertian ini, teori tersebut harus mencakup teori mengenai pertumbuhan GDP dan teori mengenai pertumbuhan penduduk.
Menurut Sumitro Djoyohadikusumo (1994), pertumbuhan ekonomi adalah proses peningkatan produksi barang dan jasa dalam kegiatan ekonomi masyarakat.
Terdapat 4 penentu pertumbuhan ekonomi, yaitu :
Sumber Daya Manusia (SDM), menyangkut aspek kuantitas dan kualitas pekerja yang mencakup keterampilan, pengetahuan, serta kedisiplinan para pekerja. Sumber Daya Alam (SDA), meliputi tanah, minyak dan gas, air, dan mineral, serta kualitas lingkungan. Dalam perkembangannya, kemurnian penggunaan SDA di beberapa negara bukan menjadi salah satu penyebab suksesnya perekonomian mereka, namun kesuksesan ini lebih didominasi oleh keberadaan modal serta ketersediaan tenaga kerja. Formasi kapital, meliputi ketersediaan modal, mesin, jalan, dan infrastruktur lain. Teknologi, meliputi teknologi di bidang Ilmu Alam, teknik, manajemen, dan entrepreneurship.
Adam Smith (dalam Suryana, 2000:55), pembangunan ekonomi merupakan proses perpaduan antara pertumbuhan penduduk dan kemajuan teknologi. Todaro (dalam Lepi T. Tarmidi, 1992:11), mengartikan pembangunan sebagai suatu proses multidimensional yang menyangkut perubahan-perubahan besar dalam struktur sosial, sikap masyarakat, kelembagaan nasional maupun percepatan pertumbuhan ekonomi, pengurangan ketidakmerataan dan penghapusan dari kemiskinan mutlak. Irawan (2002: 5), pembangunan ekonomi adalah usaha-usaha untuk meningkatkan taraf hidup suatu bangsa yang seringkali diukur dengan tinggi rendahnya pendapatan riil perkapita.
Prof. Meier (dalam Adisasmita, 2005: 205), pembangunan ekonomi sebagai proses kenaikan pendapatan riil perkapita dalam suatu jangka waktu yang panjang. Sadono Sukirno (1985:13), pembangunan ekonomi adalah suatu proses yang menyebabkan pendapatan perkapita penduduk suatu masyarakat meningkat dalam jangka panjang.
Menurut UU No. 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, pembangunan ekonomi diarahkan kepada pemantapan sistem ekonomi nasional untuk mendorong kemajuan bangsa. Dengan adanya pembangunan ekonomi ini, pertambahan pendapatan nasional dan pendapatan perkapita dalam suatu negara dapat dijadikan pedoman dalam mengetahui laju pertumbuhan ekonomi. Dalam prosesnya, laju pertumbuhan penduduk lebih rendah daripada laju pertumbuhan ekonominya, sehingga kesejahteraan penduduk dapat tercapai.
Pertumbuhan ekonomi dapat dijadikan salah satu indikator keberhasilan pembangunan ekonomi suatu wilayah. Terjadinya pembangunan ekonomi ditandai dengan bertambahnya laju pertumbuhan ekonomi suatu wilayah yang lebih besar daripada laju pertumbuhan penduduknya. Sebagai akibatnya, ketimpangan distribusi pendapatan semakin kecil, kemiskinan semakin berkurang, sehingga kesejahteraan penduduk akan meningkat.
Terdapat 5 tolok ukur dalam pembangunan ekonomi, yaitu :
Pendapatan perkapita (PNB dan PDB)
Kesempatan kerja
Perekonomian yang stabil
Neraca pembayaran luar negeri
Distribusi pendapatan yang merata
Sumber dana investasi dapat berasal dari tingkat suku bunga dan akumulasi modal. Tingkat suku bunga sangat berperan dalam menentukan tingkat investasi suatu negara. Saat tingkat bunga rendah, maka tingkat investasi yang terjadi akan tinggi, karena kredit dari bank masih menguntungkan untuk mengadakan investasi. Sumber dana investasi lainnya berasal dari akumulasi modal. Dengan adanya akumulasi modal, akan memungkinkan dilaksanakannya spesialisasi kerja melalui mekanisasi yang lebih baik sehingga produktivitas kerja dapat meningkat.
Salah satu teori yang ada tentang pertumbuhan ekonomi adalah teori yang dikemukakan oleh Adam Smith dan Malthus, yang menyebutkan bahwa tanah memiliki peran yang penting dalam pertumbuhan ekonomi. Hal ini dikarenakan tanah dan lahan yang semakin langka dan kemudian membuat harga tanah yang ada menjadi mahal sehingga menyebabkan harga sewa yang ada juga meningkat.Selain itu, terdapat pula tahapan-tahapan yang harus dilalui oleh suatu negara dalam pertumbuhan ekonomi, yang dikemukakan oleh W.W Rostow, yaitu tahap masyarakat tradisional, tahap prasyarat tinggal landas, tahap tinggal landas, tahap menuju kematangan, dan tahap konsumsi massal yang tinggi.
B. Upaya Pemerintah dalam meningkatkan pembangunan ekonomi
1. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia
Di tahun 2018 pemerintah menggelontorkan investasi besar untuk meningkatkan kualitas SDM bangsa Indonesia. Anggaran pendidikan di tahun ini mencapai Rp 444 triliun yaitu 20 persen dari APBN. Tak heran, dari 250 juta penduduk 60% nya adalah para anak muda yang menjadi bonus demografi Indonesia. Pemerintah akan bergerak mulai dari menyediakan sarana dan prasarana di sekolah-sekolah, kualitas para pengajar, penyesuaian penjurusan sekolah dengan kebutuhan industri, dan sebagainya. Diharapkan dengan adanya perbaikan dari hulu hingga ke hilir, pendidikan para anak bangsa akan semakin meningkat dan mampu bersaing dengan negara lainnya. Jangan sampai kesempatan kerja di dalam negeri yang begitu besar diambil oleh tenaga asing terlatih dengan skill yang lebih baik daripada para tenaga kerja Indonesia. Perbaikan sistem ketenagakerjaan dan pendapatan yang meningkat setiap tahun termasuk ke dalam paket kebijakan ekonomi IV yang menjadi fokus pemerintah.
2. Meningkatkan jumlah pengusaha
Pengusaha adalah salah satu pencipta lapangan pekerjaan yang membantu roda perekonomian suatu negara. Pada tahun 2017 jumlah wirausaha Indonesia baru mencapai 3,1 persen dari jumlah penduduk. Jumlah ini masih jauh di bawah negara tetangga seperti Malaysia dengan rasio 5 persen dan Singapura sebesar 7 persen. Sedangkan negara maju seperti Jepang dan Amerika Serikat memiliki rasio wirausaha yang melejit jauh mencapai 11 dan 12 persen. Untuk meningkatkan jumlah wirausaha pemerintah berupaya dengan menciptakan skim kredit murah seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan suku bunga 9 persen, Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) bersuku bunga 0,2-0,3 persen ataupun Kredit Ultra Mikro yang memiliki pinjaman maksimal 10 juta. Ini adalah salah satu cara pemerintah menggaet para pemuda untuk memulai bisnis kecil-kecilan walaupun masih duduk di bangku kuliah.
Selain itu Presiden Joko Widodo menjanjikan bunga kredit yang lebih rendah kepada pelaku bisnis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi 12% yang sebelumnya mencapai 22-23%. Pemberian keringanan pada industri padat karya termasuk ke dalam paket kebijakan ekonomi VII beruapa PPh 21 yang menjadi tanggung jawab perusahaan.
3. Membuka lapangan kerja baru
Menurut Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, saat ini jumlah pengangguran di Indonesia mencapai titik terendah yaitu 5,5%. Hal ini didorong oleh peran sektor pendidikan yang mampu menciptakan tenaga kerja yang memiliki skill dan mampu bersaing dengan tenaga kerja asing. Selain itu salah satu cara pemerintah menekan pengangguran adalah dengan menciptakan program magang pada sektor jasa dan memberikan pelatihan keterampilan. Cara ini adalah upaya untuk memfasilitasi tenaga kerja dengan harapan para peserta sudah terampil dan profesional saat memasuki pasar kerja. Pemerintah melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi terus berupaya dan berkoordinasi dengan sektor swasta dalam menyiapkan tenaga kerja yang mumpuni dan siap bersaing. Perkembangan informatika dan teknologi internet membantu terciptanya start up yang menciptakan lapangan kerja baru. Seperti usaha baru di jasa transportasi yang memberikan peluang bagi masyarakat untuk bekerja dengan cepat dan mudah.
4. Meningkatkan investasi
Investasi yang masuk ke dalam sebuah negara sangat berarti untuk membantu pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. Penanaman modal dapat dimanfaatkan pemerintah untuk memperbaiki infrastruktur dan memajukan taraf hidup penduduk Indonesia. Sebagai masyarakat biasa kita bisa turut berkontribusi pada pembangunan negara. Pemerintah menyiapkan beberapa strategi untuk kemudahan investasi di Indonesia, antara lain: Memudahkan proses perizinan. Memanfaatkan teknologi internet dengan proses perizinan yang cepat dan Mengoptimalkan tax allowance dan tax holiday dengan lebih cepat. Membebaskan PPN (Pajak Pertambahan Nilai) untuk impor alat angkut tertentu. Memberikan pajak bunga deposito yang lebih rendah bagi eksportir Dukungan penuh dari pemerintah daerah.
5. Menggenjot nilai ekspor
Pada tahun 2016 menurut catatan Kementerian Perdagangan tingkat ekspor Indonesia menurun sejumlah 6,6% pertahun. Saat ini pemerintah Indonesia memiliki perhatian khusus kepada lima sektor industri sebagai orientasi ekspor, antara lain: industri pertambangan minyak dan gas, agribisnis dan perikanan, industri padat karya, industri pariwisata dan kreatif, dan industri unggulan Indonesia. Untuk meningkatkan nilai ekspor pemerintah menargetkan untuk memperluas pasar ekspor. Beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain: Memperluas pasar ekspor hingga ke Afrika, Amerika Selatan, Irak, Bangladesh dan India. Memperluas ke pasar-pasar non tradisional. Diversifikasi produk, contoh produk halal, hasil kayu. Memberikan insentif kepada pengusaha UMKM. Misalnya biaya pajak dan promosi.
6. Meningkatkan kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat.
Kerja sama antar bangsa dalam bidang perdagangan turut membantu peningkatan ekspor Indonesia. Sebagai contoh perluasan pasar melalui Free Trade Agreement (FTA). Pada tahun 2017 Indonesia telah menjalin kerja sama perdagangan internasional dengan beberapa negara, seperti Uni Eropa, Australia, Jepang, Pakistan, Iran, dan Chile.
7. Perbaikan infrastruktur
Pemerintah terus meningkatkan pembangunan infrastruktur secara menyeluruh dari Sumatera hingga Papua. Infrastruktur yang buruk tentu mempengaruhi daya tarik investasi di Indonesia. Investor asing tentu khawatir bila penanaman modal di Indonesia tidak berjalan mulus. Hambatan yang mungkin timbul seperti biaya transportasi yang tinggi, pemadaman listrik yang sering terjadi, menjadi pekerjaan rumah pemerintah dalam menyediakan infrastruktur yang memadai bagi semua pihak. Perbaikan infrastruktur bertujuan untuk memangkas biaya logistik yang masih sangat tinggi. Biaya logistik yang tinggi akan menghambat geliat perekonomian di daerah yang terpencil. Jumlah penduduk yang banyak diikuti dengan bentuk negara kepulauan tentu menjadi tantangan bagi pemerintah dalam pembangunan infrastruktur. Selama ini penyediaan infrastruktur terbilang lambat karena berbagai kendala seperti koordinasi yang kurang baik sehingga menghambat implementasi proyek.
C. Dampak pembangunan ekonomi bagi masyarakat
Pembangunan ekonomi secara umum didefinisikan sebagai serangkaian usaha dalam suatu perekonomian untuk mengembangkan kegiatan ekonominya, sehingga infrastruktur lebih banyak tersedia, perusahaan semakin banyak dan semakin berkembang, taraf pendidikan semakin tinggi dan teknologi semakin meningkat. Dalam pembangunan ekonomi banyak dampak yang ditimbulkan dari sebuah perubahan ekonomi yakni damapak postif dan dampak negatif:
Dampak positif pembangunan ekonomi:
1. Dengan adanya pembangunan ekonomi, pelaksanaan kegiatan perekonomian suatu negara akan semakin lancar dan lebih baik dan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat suatu negara. Misalnya akan lebih banyaknya infrastruktur, perusahaan semakin banyak, teknologi semakin meningkat dan taraf pendidikan semakin tinggi.
2. Pembangunan ekonomi menuntut adanya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). Sehingga pada hal ini, ilmu pengetahuan dan ilmuteknologi akan berkembang dengan pesat. Dengan demikian, akan menambah kesejahteraan masyarakat.
3. Dengan adanya pembangunan ekonomi akan memperluas lapangan pekerjaan yang dibuthakan oleh masyarakat sehingga akan menguarngi jumlah pengangguran dalam negara tersebut.
4. Adanya pembangunan ekonomi akan berdampak pada kegiatan perekonomian yang dilakukan oleh suatu negara akan lebih dinamis dan beragam seperti perubahan perekonomian suatu negara dari ekonomi agraris menjadi ekonomi industri.
5. Terciptanya lapangan pekerjaan akibat adanya pembangunan ekonomi secara langsung akan berdampak pada pendapatan nasional yang baik.
6. Lingkungan hidup dalam masyarakat akan lebih nyaman dan indah karena selalu diadakan perbaikan dinegara tersebut.
7. Fasilitas umum dalam masyarakat akan bertambah dan terpenuhi karena selalu ditingkatkan.
Dampak Negatif Pembangunan Ekonomi
1. Dengan adanya pembangunan ekonomi akan mengakibatkan adanya kerusakan lingkungan hidup dalam masyarakat apabila pembangunan ekonomi tersebut tidak terencana dengan baik. Misalnya dengan adanya pabrik-pabrik industri akan menyebabkan pencemaran udara, air, dan lain sebagainya.
2. Industrialisasi akan mengakibatkan kurangnya lahan pertanian dalam masyarakat. Banyaknya lahan-lahan yang digunakan untuk industri maka akan mengurangi lahan pertanian.
3. Hilangnya habitat alam baik habitat hayati maupun hewani. Karena kurangnya lahan pertanian maka habitat hayati seperti tumbuh-tumbuhan dan hewani akan berkurang.
BAB III
KESIMPULAN
Pada halnya pembangunan ekonomi adalah suatu tindakan yang baik, jadi lebih banyak dampak positifnya dibandingkan dampak negatifnya. Pembangunan ekonomi sangatlah penting dalam suatu negara. Pembangunan ekonomi diharap bisa meningkat sepanjang tahun untuk dapat menjadi Negara maju. Suatu perekonomian negara dapat dinyatakan berkembang apabila pendapatan perkapita negara tersebut meningkat dari tahun ketahun. Pembangunan ekonomi merupakan kegiatan aktif yang wajib dilakukan oleh setiap negara.
Pembangunan ekonomi terjadi karena beberapa fakto-faktor tertentu, namun pada dasarnya faktor-faktor tersebut dikelompokan menjadi dua yaitu faktor ekonomi dan faktor non ekonomi. Diantaranya faktor ekonomi yang mempengaruhi pembangunan ekonomi yaitu Sumber Daya Manusia (SDM), Sumber Daya Alam (SDA), keahlian dan kewirausahaan, serta sumber daya modal. Sumber daya alam seperti tanah, cuaca, iklim, tambang, hasil laut sangat mempengaruhi kegiatan industri disuatu negara, terutama dalam hal kegiatan produksi industri tersebut. sementara itu, kewirausahaan dan keahlian digunakan dalam mengolah bahan mentah dari alam menjadi suatu produk atau barang yang memiliki nilai jual yang tinggi.
Selain itu, sumber daya manusia juga sangat mempengaruhi keberhasilan pembangunan ekonomi disuatu negara seperti kualitas dan jumlah penduduk. Kualitas penduduk merupakan petunjuk untuk menentukan produktivitas yang ada dan jumlah penduduk yang tinggi merupakan salah satu potensial untuk memasarkan barang hasil produksi. Sumber daya modal sangat dibutuhkan seseorang untuk mengolah bahan mentah tersebut. investasi serta pembentukan modal digunakan untuk mengolah dan menggali kekayaan. Sumber daya modal juga merupakan salah satu hal yang penting bagi kelancaran dan perkembangan pembangunan ekonomi disuatu negara, karena sumber daya modal tersebut dapat meningkatkan jumlah produktivitas barang atau produk.
DAFTAR RUJUKAN
http://pelajaranilmu.blogspot.com/2012/06/pembangunan-ekonomi-menurut para-ahli.html
https://www.maxmanroe.com/pengertian-pembangunan-ekonomi.html
https://ilmugeografi.com/ilmu-sosial/upaya-pemerintah-dalam-meningkatkan-pertumbuhan-ekonomi diakses tanggal 8 nopember 2018
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment